Penelope
Beberapa waktu lalu, rumah terasa sepi. Sepi yang tidak biasa. Ada ruang kosong yang sulit dijelaskan. Saya baru saja kehilangan anjing husky kesayangan. Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam. Bukan hanya kehilangan hewan peliharaan. Tapi kehilangan teman. Teman yang selalu ada. Teman yang setia tanpa syarat. Hari-hari setelah itu terasa berat. Saya sering terdiam. Sering menatap sudut rumah yang dulu ia tempati. Kadang berharap ia tiba-tiba muncul lagi. Tapi kenyataannya tidak begitu. Kesedihan itu nyata. Dan cukup lama menetap. Saya mencoba sibuk. Mencari distraksi. Melakukan banyak hal. Tapi tetap saja terasa kurang. Ada yang hilang. Ada yang belum tergantikan. Di tengah suasana itu, saya mulai berdoa. Doa sederhana. Meminta hati ini kembali tenang. Meminta ada hal kecil yang bisa menghibur. Saya tidak meminta pengganti. Hanya berharap ada pelipur lara. Sampai suatu hari, sesuatu terjadi hal kecil. Tapi bermakna besar. Sore itu, saya mendengar suara pelan. Seperti suara ku...