Postingan

Polemik MBG

Gambar
Ada Apa dengan MBG ? Sebuah Cerita Kecil dari Ruang Tunggu Rumah Sakit Pagi ini sebenarnya biasa saja. Saya hanya mengantar papa untuk check-up rutin di rumah sakit. Suasananya seperti kebanyakan rumah sakit lain. Orang lalu lalang, sebagian terlihat cemas, sebagian lagi mencoba tenang sambil menunggu giliran. Saya duduk di kursi ruang tunggu. Tidak terlalu memperhatikan sekitar, sampai tanpa sengaja telinga saya menangkap percakapan dari dua orang di dekat pintu samping. Dari seragamnya, sepertinya mereka petugas dapur. Mereka bicara pelan, tapi cukup jelas untuk didengar. “Kalau MBG beneran dihentikan, kita gimana ya?” “Iya… di rumah juga bergantung dari sini…” Percakapan itu sederhana. Tidak panjang. Tapi entah kenapa, cukup membuat saya berhenti scroll HP dan mulai berpikir. MBG, Program yang Tidak Sesederhana Itu Belakangan ini, istilah MBG sering muncul. Banyak yang membahasnya. Ada yang mendukung, ada juga yang mengkritik. Ada yang melihat dari sisi anggaran, ada yang melihat da...

Who Am I ?

Gambar
  Setiap manusia memiliki perjalanan hidup yang membentuk siapa dirinya saat ini. Perjalanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengalaman pribadi, tetapi juga dengan pendidikan, pekerjaan, nilai hidup, serta tokoh inspirasi yang memberikan pengaruh dalam membangun cara berpikir dan pandangan terhadap masa depan. Saya percaya bahwa setiap individu memiliki cerita unik yang layak untuk diceritakan, karena dari cerita tersebut kita dapat memahami proses belajar, perjuangan, serta harapan yang ingin dicapai. Dalam tulisan ini saya ingin menggambarkan perjalanan diri saya sebagai seorang yang memiliki ketertarikan besar pada dunia komunikasi, khususnya komunikasi publik dan komunikasi sains. Saya menjalani peran sebagai humas pemerintah sekaligus sebagai konten kreator yang berfokus pada penyebaran informasi mengenai riset dan inovasi. Perjalanan tersebut juga tidak terlepas dari latar belakang pendidikan yang saya jalani di bidang komunikasi, hobi yang saya miliki, tokoh inspirasi ...

2018 Just It

Gambar
Jreeeengggg... Gak berasa yaaaa berganti tahun kembali, flattt aza yang ada... resolusi masih banyak yang belum terealisasi... Uforia begitu hiruk pikuk, buatku biasa aza... karena itu cuma kesenangan semata tanpa sisa... Semakin beranjak usia perayaan seperti pergantian tahun masehi buatku tak merasa sukacita... aq hanya berpikir dunia semakin tua dan semakin pendek usia.. Ya .... buatku pergantian tahun 2017 menuju 2018 adalah momen dimana aq harus lebih memperbaiki diri lagi terutama dalam hal ibadah kepada Sang Pencipta... semakin WAJIB mendekatkqn diri lagi ke Illahi yang telah memerikan aq banyak kesempatan menikmati pergantian tahuna kembali... merasakan tetap nikmat-NYA yang tiada tara hari kehari. Merenung tentang betapa indahnya dunia yang tua ini membuatku semakin belajar bahwa hidup itu hanya sementara... yeahhhh memandang dunia dalam mata hatiku, merasakan deru gejolak rasanya... berharap diambang tahun baru ini, aq bisa menjadi lebib baik dari sebelumnya dalam...

Cinta, Jangan Kau Bersedih

Gambar
Cinta, tema yang selalu menarik untuk dibahas, karena cinta adalah anugerah dari Yang Maha Pemberi Cinta. Cinta bisa datang kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Oleh karena itu, kendalikanlah dia sebelum rasa itu halal untuk kita. Setiap awal pertemuan yang baik, sebaiknya diakhiri dengan cara yang baik pula, jika pada akhirnya memang perpisahan menjadi jalan yang harus dipilih, karena pada dasarnya sudah menjadi sunnatullah jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Wanita memiliki hati dan perasaan yang lebih sensitif dibandingkan dengan pria, mungkin karena itu pulalah wanita ingin lebih dimengerti. Ketika ada sesuatu hal yang menyebabkan terjadinya perpisahan dikarenakan tidak berjodoh misalnya, maka janganlah engkau bersikap lemah menyikapinya. Rasa putus asa, bersedih, ataupun menangis, hanya akan membuatnya lebih bersedih lagi, dan kemungkinan akan menimbulkan perasaan menyalahkan diri sendiri. Mengapa disebut sikap yang paling b...

Kau Sanggup Membuatku Tersenyum

Gambar
Hujan gerimis kembali mengguyur Jakarta pagi itu. Seperti biasa, aku melangkahkan kakiku menuju kantor. "Hhh..." aku mendesah malas. Pagi itu rasanya malas sekali tuk berangkat kerja. Sudah bangun kesiangan, ditambah hujan. "Hmm.. Coba kalau libur, bisa gak keluar deh dari kamar." Baru saja aku melangkah dari garasi rumahku, dan dengan malas kulangkahkan kakiku di depan kompleks perumahanku. Hujan gerimis seakan begitu mengerti kemalasanku pagi ini. Di balik jaket tebalku, aku berlindung dari rintik hujan yang masih setia menemani langkahku. Beberapa saat kemudian, bis jemputan yang kutunggupun datang menghampiriku. Bersyukur mendapatkan posisi yang nyaman, Segera kuayunkan kakiku menuju bangku itu. Buspun melaju perlahan. Tak kuhiraukan pemandangan di kanan kiriku, aku sedang asyik menikmati rintik hujan yang menyirami dedaunan, seakan tersenyum dan menari mengajakku tertawa menyambut pagi. Tiba-tiba sudut mataku menangkap sesosok kecil berl...

Aku Bukan Bidadari

Gambar
Hmmmfhhhhhh ... Untuk kesekian kali puji itu kau arahkan padaku, panah penilaianmu tepat mengena di hatiku hingga sesungging senyum kau lihat saat kau lontarkan kata itu. Namun tersadarku saat kulihat mentari yang menyilaukan pandanganku untuk menikmati sinarnya, mungkin Tuhan ingin memberitahukan bahwa kebesaran-Nya lebih pantas mendapat pujian daripada seorang yang duduk di bawah mentarinya. Perlu kau tahu, dan memang sebenarnya harus kau tahu. Aku bukan bidadari yang sempurna, gadis tak tersentuh seperti Siti Maryam, yang terjaga kesuciannya. Memang aku telah menggelar hijab, namun hijab itu hanya aku bangun dengan bahan seadanya. Kau tahu, aku membaur dengan lawan jenis, bersenggolan, duduk di angkot, sesekali berjabat tangan dengan tangan yang tidak halal itu. Mungkin saat ini tanganku disentuh, suatu saat aku tak tahu jika Tuhan menghendakinya. Na'udzubillah. Akupun tak setangguh Fatimatul Zahra putri Rasulullah, ada kalanya aku memprotes, mengeluh,...

Sketsa Hidup ....

Gambar
Pagi ini, seperti pagi yang lain, aku selalu memperhatikan setiap persitiwa di jalan yang aku lalui sambil menelusuri jalan pagi ini  dengan sedikit santai. Menangkap berbagai potret hidup manusia yang tampil di setiap sisi-sisi jalan. Memaknainya, merenunginya, lalu menggali inspirasi yang hadir bersamanya. Untuk menjadi energi motivasi, energi hidup, agar esok aku tak perlu menyerah dalam setiap kejatuhan-kejatuhan yang hadir setelahnya. Sebab pengalamanlah yang menjadi guru terbaik dalam kehidupan. Dan pagi ini, kebetulan sekali potret yang tertangkap kilasan singkat pandanganku adalah sebuah sketsa yang menggelitik. Seorang Bapak paruh baya yang memiliki postur tubuh sedikit lebih pendek dan kecil tampak sedang bertransaksi dengan rekan bisnisnya. Di dekat mereka ada pick-up berwarna hitam, sepertinya milik si Bapak. Tiba-tiba mobil pick up itu bergerak sendiri ke depan mengikuti sisi jalan yang memang agak menurun. Kontan si Bapak segera berlari mengejar pick up...