Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Cinta, Jangan Kau Bersedih

Gambar
Cinta, tema yang selalu menarik untuk dibahas, karena cinta adalah anugerah dari Yang Maha Pemberi Cinta. Cinta bisa datang kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Oleh karena itu, kendalikanlah dia sebelum rasa itu halal untuk kita. Setiap awal pertemuan yang baik, sebaiknya diakhiri dengan cara yang baik pula, jika pada akhirnya memang perpisahan menjadi jalan yang harus dipilih, karena pada dasarnya sudah menjadi sunnatullah jika ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Wanita memiliki hati dan perasaan yang lebih sensitif dibandingkan dengan pria, mungkin karena itu pulalah wanita ingin lebih dimengerti. Ketika ada sesuatu hal yang menyebabkan terjadinya perpisahan dikarenakan tidak berjodoh misalnya, maka janganlah engkau bersikap lemah menyikapinya. Rasa putus asa, bersedih, ataupun menangis, hanya akan membuatnya lebih bersedih lagi, dan kemungkinan akan menimbulkan perasaan menyalahkan diri sendiri. Mengapa disebut sikap yang paling b...

Aku Suka Semua Tentangnya....

Gambar
Aku merasakan satu rasa Berdebar rasanya Saat jumpa pertama Dengan dirinya Entahlah kapan rasa itu tiba Ada sesuatu yang berbeda Setiap jumpa dirinya Walau hanya sebentar saja Aku suka semua tentangnya Semua kebaikannya Bantuan yang diberikannya Pengorbanan yang dilakukannya Aku suka semua tentangnya Semua ceritanya Canda tawanya Kisah cintanya Aku suka semua tentangnya Tentang dirinya Kehidupannya Pekerjaannya Ah, aku suka semua tentangnya... Tapiii akankah mungkin rasa itu akan selalu ada ... entahhhhhh..

Kau Sanggup Membuatku Tersenyum

Gambar
Hujan gerimis kembali mengguyur Jakarta pagi itu. Seperti biasa, aku melangkahkan kakiku menuju kantor. "Hhh..." aku mendesah malas. Pagi itu rasanya malas sekali tuk berangkat kerja. Sudah bangun kesiangan, ditambah hujan. "Hmm.. Coba kalau libur, bisa gak keluar deh dari kamar." Baru saja aku melangkah dari garasi rumahku, dan dengan malas kulangkahkan kakiku di depan kompleks perumahanku. Hujan gerimis seakan begitu mengerti kemalasanku pagi ini. Di balik jaket tebalku, aku berlindung dari rintik hujan yang masih setia menemani langkahku. Beberapa saat kemudian, bis jemputan yang kutunggupun datang menghampiriku. Bersyukur mendapatkan posisi yang nyaman, Segera kuayunkan kakiku menuju bangku itu. Buspun melaju perlahan. Tak kuhiraukan pemandangan di kanan kiriku, aku sedang asyik menikmati rintik hujan yang menyirami dedaunan, seakan tersenyum dan menari mengajakku tertawa menyambut pagi. Tiba-tiba sudut mataku menangkap sesosok kecil berl...

Aku Bukan Bidadari

Gambar
Hmmmfhhhhhh ... Untuk kesekian kali puji itu kau arahkan padaku, panah penilaianmu tepat mengena di hatiku hingga sesungging senyum kau lihat saat kau lontarkan kata itu. Namun tersadarku saat kulihat mentari yang menyilaukan pandanganku untuk menikmati sinarnya, mungkin Tuhan ingin memberitahukan bahwa kebesaran-Nya lebih pantas mendapat pujian daripada seorang yang duduk di bawah mentarinya. Perlu kau tahu, dan memang sebenarnya harus kau tahu. Aku bukan bidadari yang sempurna, gadis tak tersentuh seperti Siti Maryam, yang terjaga kesuciannya. Memang aku telah menggelar hijab, namun hijab itu hanya aku bangun dengan bahan seadanya. Kau tahu, aku membaur dengan lawan jenis, bersenggolan, duduk di angkot, sesekali berjabat tangan dengan tangan yang tidak halal itu. Mungkin saat ini tanganku disentuh, suatu saat aku tak tahu jika Tuhan menghendakinya. Na'udzubillah. Akupun tak setangguh Fatimatul Zahra putri Rasulullah, ada kalanya aku memprotes, mengeluh,...

Cintaku ....

Gambar
Aku terdiam, membiarkan perasaan dan emosi berbaur dalam jiwaku. Entah bagaimana mengungkap semua. Aku terpaku, kecewa, bahagia, marah, sedih, cemburu. Aku bingung memilih perasaan yang mana untuk aku gunakan. Entah bagaimana mengungkap semua perasaanku. Entahlah, yang ku bisa cuma terdiam, diam dalam gelombang perasaan yang mengombak dalam hatiku. Entahlah, bagaimana setelah ini, aku hanya mampu terdiam. Sepertinya air mataku lebih mampu mengungkapkan perasaanku daripada kata-kata yang disampaikan. Aku tak sadar beberapa butiran bening membasahi pipiku. Namun kulihat di sekelilingku tersenyum. Aku bingung, apakah mereka sedang bahagia melihatku seperti ini atau di sisi lain ada kebahagiaan di balik kesedihanku ini. Entahlah, bagaimana mengungkapkan semua ini. Sulit bagiku untuk berdiri menatap keadaan itu. Bagaimana aku, lagi-lagi air mataku memulainya lagi, daripada kata-kata yang ingin aku sampaikan. Ya, akupun hanya tersandar di sudut itu, mencoba menenang...

Sketsa Hidup ....

Gambar
Pagi ini, seperti pagi yang lain, aku selalu memperhatikan setiap persitiwa di jalan yang aku lalui sambil menelusuri jalan pagi ini  dengan sedikit santai. Menangkap berbagai potret hidup manusia yang tampil di setiap sisi-sisi jalan. Memaknainya, merenunginya, lalu menggali inspirasi yang hadir bersamanya. Untuk menjadi energi motivasi, energi hidup, agar esok aku tak perlu menyerah dalam setiap kejatuhan-kejatuhan yang hadir setelahnya. Sebab pengalamanlah yang menjadi guru terbaik dalam kehidupan. Dan pagi ini, kebetulan sekali potret yang tertangkap kilasan singkat pandanganku adalah sebuah sketsa yang menggelitik. Seorang Bapak paruh baya yang memiliki postur tubuh sedikit lebih pendek dan kecil tampak sedang bertransaksi dengan rekan bisnisnya. Di dekat mereka ada pick-up berwarna hitam, sepertinya milik si Bapak. Tiba-tiba mobil pick up itu bergerak sendiri ke depan mengikuti sisi jalan yang memang agak menurun. Kontan si Bapak segera berlari mengejar pick up...

Indonesia Ku ...

Gambar
“ Kapan Mau Maju .."    ( Dikutip dari artikel seorang teman .. ) Semua pejabat pemerintahan harusnya mengerti bahwa menjadi seorang pejabat adalah sebuah komitmen besar. Komitmen untuk membawa kemajuan bagi bangsa ini, komitmen untuk mengubah situasi bangsa menjadi lebih baik. A commitment to drive the country to a better place where everyone can live a decent life. Tapi entah mengapa, rasanya setiap pejabat pemerintahan hanya melihatnya sebagai sebuah pekerjaan saja. Tidak ada inovasi atau terobosan untuk mengubah nasib rakyatnya. Malah sepertinya mereka berusaha untuk tetap membuat semua rakyatnya bodoh supaya gampang dibodoh – bodohin. Yang kaya akan bertambah kaya, yang miskin semakin terpinggirkan! Entah mengapa pula, rasanya setiap pejabat pemerintahan kerjaannya mengeluh saja. Gaji saya kurang besar, wc saya kurang elit, gedung tempat saya bekerja kurang mewah, mobil dinas saya kurang baru, rumah dinas saj...